BARITO SELATAN – MEDIANTARA.CO.ID Desa Sire, Kecamatan Gunung Bintang Awai, menghadapi tantangan besar setelah jembatan utama desa ambruk akibat derasnya arus banjir yang meluap. Banjir yang melanda beberapa waktu lalu menyebabkan tiang-tiang jembatan amblas dan mengalami kerusakan parah.
Dalam upaya untuk memulihkan akses penting tersebut, warga Desa Sire bersama aparatur desa bergotong royong membangun jembatan sementara pada Sabtu, (22/06/2024) pagi hari.
Gotong royong tersebut diikuti oleh hampir seluruh masyarakat setempat. Mereka bersama-sama mengerjakan pembangunan jembatan sementara yang akan menjadi jalur utama penghubung antara Desa Sire dan Desa Mukahaji. Kepala Desa Sire, Rosbandi, memimpin langsung kegiatan ini dan memberikan arahan kepada warga yang ikut bekerja.
Rosbandi menyampaikan bahwa ini bukan pertama kalinya warga bergotong royong membangun jembatan sementara.
“Kegiatan gotong royong ini sudah sering kami lakukan karena jembatan ini memang sering rusak diterjang banjir. Kali ini, kami membangun jembatan sementara sambil menunggu alokasi anggaran dari pemerintah daerah untuk pembangunan jembatan permanen,” jelas Rosbandi.
Rosbandi menekankan bahwa jembatan sementara ini sangat penting untuk memastikan kelancaran akses transportasi dan aktivitas sehari-hari warga desa.
“Saya mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama membangun jembatan ini, karena akses ini sangat vital bagi kehidupan sehari-hari warga Desa Sire,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rosbandi berharap agar pemerintah daerah serta anggota dewan lebih memperhatikan kebutuhan mendesak masyarakat Desa Sire, khususnya terkait pembangunan jembatan baru yang lebih kokoh dan tahan terhadap banjir.
“Saya sangat berharap pemerintah segera turun tangan untuk mempercepat proses pembangunan jembatan baru. Jembatan ini adalah akses utama bagi warga dan sangat berbahaya jika tidak segera diperbaiki,” ujar Rosbandi.
Asmana, Ketua RT 01 Desa Sire, menambahkan kekhawatirannya tentang keselamatan warga jika jembatan ini tidak segera dibangun dengan konstruksi yang lebih baik.
“Beberapa hari lalu, saat banjir, banyak warga yang jatuh di jembatan ini, terutama para lansia yang penglihatannya kurang jelas. Arus banjir yang deras sangat berbahaya. Jika jembatan ini tidak diperbaiki segera, kemungkinan besar akan ada lebih banyak korban. Kami sangat berharap pemerintah segera bertindak,” tegas Asmana.
Selain mendirikan jembatan sementara, warga Desa Sire juga melakukan berbagai langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut akibat banjir.
Mereka memperkuat struktur jembatan dengan bahan-bahan yang ada di sekitar desa dan membuat sistem drainase sementara untuk mengalihkan air agar tidak terlalu deras menghantam jembatan.
Kegiatan gotong royong ini tidak hanya menunjukkan kekompakan dan semangat kebersamaan warga Desa Sire, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat bersatu untuk menghadapi tantangan. Dengan semangat gotong royong yang tinggi, diharapkan akses transportasi yang aman dan lancar dapat segera terwujud.
Kesigapan dan solidaritas warga Desa Sire dalam menghadapi bencana ini patut diapresiasi. Namun, mereka tetap membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk membangun jembatan yang lebih kuat dan tahan lama.
Keamanan dan kenyamanan warga Desa Sire sangat bergantung pada keberhasilan pembangunan infrastruktur yang memadai dan berkelanjutan. (Jani)

