Banda Aceh – Mediantara.co.id Suasana haru dan harapan memenuhi aula Kesbangpol Aceh pada Jumat lalu, ketika Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Pilkada Aceh Tengah resmi dilantik Jum’at, (17/05/2024).
Acara pelantikan yang dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan pejabat pemerintahan setempat ini menjadi tonggak sejarah baru dalam persiapan menghadapi Pilkada Serentak di Provinsi Aceh.
Seiring dengan persiapan menuju proses demokrasi yang sehat dan transparan, pelantikan Panwaslih Aceh Tengah Adhoc ini bukanlah sekadar seremonial semata. Namun, menjadi wujud nyata dari komitmen bersama untuk menjaga kejujuran, keadilan, dan integritas dalam setiap tahapan pemilihan.
Menariknya, pelantikan Panwaslih ini dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Aceh. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan dan efektivitas pengawasan pemilu di tingkat lokal, termasuk di Aceh Tengah yang menjadi pusat perhatian dalam proses demokrasi ini.
Nama-nama yang dilantik sebagai komisioner Panwaslih Aceh Tengah Adhoc, antara lain Ns. Harjuliska, Rusli, Almer Agung Islami, dan Mulyadi. Keempat sosok muda ini diharapkan mampu mengawal Pilkada Aceh Tengah dengan penuh dedikasi, profesionalisme, dan integritas yang tak terkompromikan.
“Kami berharap kelima komisioner yang merupakan sosok muda ini dapat mengawal Pilkada Aceh Tengah yang jujur, adil, dan berintegritas,” ucap Setia Nawar, salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam upacara pelantikan. Dengan latar belakang yang cukup beragam namun komprehensif, diharapkan mereka mampu membawa semangat baru dalam pengawasan pemilu di Dataran Tinggi Gayo.
Menurut Setia Nawar, komisioner Panwaslih yang baru dilantik ini sudah cukup berpengalaman dalam pengawasan pemilu di wilayah tersebut. Namun, lebih dari sekadar pengalaman, mereka juga diharapkan mempraktikkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan ketegasan dalam menjalankan tugasnya. “Tentu dengan latar belakang di atas, kami berharap tidak ada lagi kepentingan golongan ataupun kepentingan pribadi yang merajalela. Lebih penting lagi, mereka harus lebih mementingkan kepentingan umum guna terciptanya pemilu yang sejuk, aman, dan damai,” tambah Setia Nawar dengan tegas.
Pelantikan Panwaslih Aceh Tengah Adhoc ini menjadi tonggak awal dalam perjalanan panjang menuju pemilihan yang berkualitas dan berintegritas. Dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh pihak, baik itu dari masyarakat, lembaga pemerintahan, maupun partai politik, menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kualitas dan kepercayaan terhadap proses demokrasi di Aceh Tengah. Semoga, langkah ini menjadi titik balik menuju masa depan yang lebih cerah bagi demokrasi lokal di wilayah tersebut. (Red)

